Harga pakan ternak bergerak naik Tren harga bahan baku pakan terus melonjak Bisnis Indonesia, Jumat, 8 Januari 2010
JAKARTA: Harga pakan ternak naik, menyusul kenaikkan harga sejumlah komoditas pangan-kedelai dan jagung-di pasar internasional.
"Harga pakan ternak akan naik, menyusul naiknya harga bahan baku seperti jagung," kata Ketua Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (APPI)-dulu Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT)-Fx Sudirman di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, harga pakan ternak naik. Lantaran 50% bahan baku pakan ternak berasal dari jagung.
"Kenaikannya tidak banyak. Misalnya, untuk pakan broiler, yang biasanya Rp4.500 akan naik Rp100," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Dia mengatakan kenaikan tersebut tidak akan berlangsung lama. "Mungkin hanya sampai masa panen tiba. Terutama terkait dengan perubahan jadwal tanam dan panen komoditas pertanian terganggu karena kebanyakan mundur," katanya.
Sudirman menyatakan produsen pakan berupaya untuk mengganti bahan baku jagung dengan bahan lain. Namun demikian, katanya, bahan pengganti seperti kelapa sawit memiliki harga yang jauh lebih mahal.
"Jagung merupakan pilihan yang sangat tepat, tapi jika pemerintah tidak segera memenuhi ketersediaan jagung, impor komoditas ini semakin meningkat dan kami akan tergantung pada harga jual di luar negeri," katanya.

Jika hal tersebut terjadi, akan membuat harga pakan di dalam negeri meningkat. Kemungkinan makin tingginya harga jagung masih ada.
Hal tersebut dikarenakan kebutuhan bioethanol di Amerika khususnya Brasil sangat tinggi. Kebutuhan jagung sebagai bahan makanan dan energi menjadi tarik-menarik.
"Jika dicermati dari harga jagung di tingkat dunia, tidak terlihat tanda-tanda penurunan harga komoditas ini," katanya.
Dia mengatakan pada 2009 impor jagung untuk bahan bakan pakan mencapai 400.000 ton dari total kebutuhan 5,5 juta ton.
"Tahun ini, diperkirakan akan lebih banyak impor jika pemerintah tidak mengatur penanaman jagung untuk kebutuhan dalam negeri," katanya.
Sudirman menyatakan secara umum pada 2010 industri pakan ternak akan tumbuh pesat.
"Saya optimis 2010 akan bertumbuh karena belanja negara merupakan titik cerah kebangkitan ekonomi. Hal ini sudah dicanangkan oleh Presiden sendiri," katanya.
Menurut dia, saat ini konsumsi di dalam negeri masih rendah membuat banyak potensi dan upaya yang dilakukan untuk menaikkan konsumsi.
"Saya perkirakan pada tahun ini akan terjadi pertumbuhan 8% untuk industri pakan ternak," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi baru-baru ini menyampaikan harga komoditas di tingkat dunia pada 2010 diperkirakan melonjak.
Pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Pangan di Roma belum lama ini, terungkap kekhawatiran tentang kebutuhan pangan yang meningkat tapi tidak sebanding dengan penyediaan pangan. "Memang kenaikan harga pangan itu mesti diantisipasi. Kenaikan harga di antaranya biji-bijian seperti jagung," ujarnya.
Pasar dunia
Di pasar dunia, menurut Inside Indiana Business dan FAO, harga jagung selama 2009 naik perlahan-lahan termasuk 2010 karena adanya peningkatan permintaan.
"Ketika kami melihat ke 'bawah jalan' hingga 2010, permintaan jagung akan terus naik," ujar ekonom pertanian dari Universitas Purdue Chris Hurt.
Ada dua aspek yang berpengaruh, salah satunya biofuel. Produksi ethanol diperkirakanterus tumbuh pada 2010 dan 2011. Selain itu, ekonomi dunia pulih, berakibat lebih banyak permintaan ekspor jagung AS.
Dengan meningkatnya permintaan, kata Hurt, menyimpan tanaman jagung mungkin strategi harga yang terbaik.
"Ketika kita berbicara tentang tingkat harga, dan tentu saja ini akan bervariasi menurut lokasi, tapi rasanya seperti kita, mungkin akan melihat harga jagung kembali di atas US$4 per gantang [bushel] di beberapa titik," katanya. Teknik penyimpanan, ujarnya, akan menjadi strategi terbaik pada jagung dari titik ini karena ada prospek yang sangat baik untuk keseluruhan peningkatan harga jagung.
Menurut dia, 2009 merupakan tahun rekor hasil panen jagung di Amerika Serikat. Hurt mengatakan sementara harga akan meningkat US$$4, tetapi petani mungkin tidak akan melihat jagung kembali ke harga yang sangat tinggi.
"Dalam hal persediaan jagung dunia, kita akan melihat stok akhir tahun kita pada tahun pemasaran 2009-2010 sekitar 16,5% dari penggunaan tahunan," katanya.
Sementara itu, stok akhir kedelai untuk tahun pemasaran 2009-2010 kemungkinan besar akan berkisar sekitar 25% dari penggunaan tahunan.
Menurut Hurt, kenaikan harga kedelai tidak mungkin lebih tinggi dari rata-rata sekitar US$10 pada 2009.
"Stok akhir kedelai akan sangat bergantung pada luas tanaman di Amerika Selatan, yang ditanam sekarang," katanya.
Panen kedelai
Petani di sana akan panen kedelai mulai Maret sampai Mei 2010. Ada antisipasi bahwa kita akan melihat peningkatan produksi kedelai dunia sekitar 1,3 miliar gantang [bushel], dan lebih dari 1 miliar akan berasal dari area produksi di Amerika Selatan.
Harga kedelai di AS pada musim gugur ini telah membantu menjadi perangsang yang kuat perluasan areal di Amerika Selatan.
"Stok akhir dunia akan menjadi besar pada akhir tahun ini jika panen berjalan normal," ujarnya.
Masalahnya, Amerika Selatan pada setahun terakhir ini mengalami kekeringan dan hasil panen sangat rendah untuk tanaman kasar mereka yang dihasilkan dalam musim semi 2009.
"Jadi, kedelai memiliki prospek untuk kembali ke persediaan relatif tinggi di seluruh dunia saat ini.
Source: Bisnis Indonesia, Jumat, 8 Januari 2010 |