Saturday 31st of July 2010
"Well organized, professional, well venue and visitors." Mauro Pericoli – Sales Director Termotecnica Pericoli Srl |
|
|
Sultra ajukan Rp4 miliar bangun pabrik pakan
KENDARI: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajukan tambahan anggaran Rp4 miliar kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan industri pakan ternak.
Pabrik pakan yang disiapkan dibangun di Konawe Selatan pada 2010 ini diperlukan untuk mengatasi kesulitan pasokan peternak di provinsi tersebut.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Sultra Simon Mantong menyatakan pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp4 miliar kepada Kementerian Pertanian sehingga masuk dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2010.
Industri pakan itu berlokasi di Desa Morame, Konawe Selatan ini akan menjadi proyek pertama untuk sekaligus inisiator untuk menarik kalangan pengusaha masuk ke sektor produksi pakan ternak di kawasan timur.
Menurut Simon, keinginan membangun sumber pakan baru mencuat setelah pihaknya memperoleh banyak keluhan dari pemangku kepentingan sektor peternakan.
Dalam satu workshop belum lama ini, kata dia, terungkap salah satu persoalan terbesar bagi peternak di daerah itu adalah relatif minimnya pasokan ternak. Padahal, kebutuhan ternak dan produk turunan seperti telur terus meningkat.
"Kebutuhan pakan di daerah ini sering bermasalah. Karena itu hadirnya industri pakan diharapkan menjadi solusi," kata Simon kemarin.
Dia menjelaskan lokasi industri pakan tersebut berada di kompleks peternakan ayam sehingga usaha tersebut nantinya dikelola asosiasi peternak.
"Keterlibatan dinas hanya sebagai pengawas. Industri ini menjadi milik bersama kelompok peternak," jelas Simon.
Dia menuturkan sektor peternakan Sultra saat ini masih sulit berkembang pesat akibat belum ditunjang industri pakan. Sebagai perbandingan, daerah lain seperti Makassar telah memiliki 4 unit pabrik di industri pakan.
Industri pengelolaan pakan ini tidak hanya diprioritaskan untuk unggas, tetapi juga sapi dan hewan ternak sejenis. Bila kebutuhan pakan sudah disuplai daerah sendiri, sedikit demi sedikit produksi lokal bisa memenuhi kebutuhan di Sultra.
Untuk memasok bahan baku industri pakan ternak tersebut, pemerintah daerah setempat akan mengoptimalkan suplai dari hasil panen dan sumber bahan baku alternatif yang tersedia di sekitarnya.
Simon menambahkan potensi usaha ternak di wilayah itu menjanjikan karena permintaan pasar cukup besar. Selama ini, sekitar 70% telur untuk kebutuhan konsumen di Sultra dipasok dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Selebihnya, tukas Simon, berasal dari sejumlah daerah sentra di Sultra sendiri. (K18)
Bisnis Indonesia, 11 Maret 2010
|
Contact Online
Marketing 
|
Official Publication

Supporting Publications



Indo Livestock 2010 Expo and Forum Organised by PT. Napindo Media Ashatama.