logo
Home Visitor Info Contact us Enquiry Form

Saturday 31st of July 2010

To Visit


Penjualan Obat Hewan Mencapai Rp 1,92 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2009 | 03:55 WIB

Jakarta, Kompas - Membaiknya bisnis perunggasan tahun 2009 berimbas pada meningkatnya nilai penjualan obat untuk hewan. Total nilai penjualan obat hewan tahun ini mencapai Rp 1,92 triliun atau naik sekitar 6 persen dibanding 2008.

Sugeng Pujiono, Ketua Pengawasan Peredaran Obat Hewan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Jawa Barat, yang juga manajer pemasaran PT Sanbe Farma dan PT Capri Farmindo, Jumat (30/10) di Jakarta, memprediksi, tahun 2010 nilai penjualan obat hewan akan tumbuh 11 persen dibanding tahun ini menjadi Rp 2,2 triliun.

Prediksi itu didasarkan pada penilaian perekonomian Indonesia secara mikro tahun 2010 akan relatif lebih baik.

Dari total penjualan obat hewan tahun ini Rp 1,92 triliun sekitar 60,2 persen atau Rp 1,19 triliun di antaranya dari obat untuk unggas, yaitu Rp 684,2 miliar untuk ayam pedaging, Rp 357 miliar untuk ayam petelur, Rp 100 miliar untuk usaha pembibitan unggas, dan Rp 46,8 untuk konsumsi ayam pejantan.

Sekitar 56,5 persen obat hewan yang diperdagangkan di Indonesia dalam bentuk farmasetik. Adapun obat hewan biologicals sekitar 43,5 persen.

Bisnis obat hewan nasional amat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk ternak, permintaan terhadap obar hewan akan meningkat. Oleh karena itu, kampanye pangan bergizi kepada masyarakat sangat penting bagi pertumbuhan industri obat hewan.

Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas Krissantono, prospek industri perunggasan tahun 2010 jauh lebih baik dibanding 2009.

Hal itu, kata Krissantono, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat karena naiknya pendapatan. Selain karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi.

Konsumsi daging ayam per kapita per tahun pada 2010, menurut perkiraan Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Sudirman, akan naik menjadi 5,1 kilogram. Tahun ini 4,8 kilogram.

Meski pasar obat hewan nasional terus meningkat, tetapi dibandingkan dunia, pasar obat hewan Indonesia jauh lebih kecil. Nilai transaksi obat hewan dunia tahun 2009 mencapai 18,8 miliar dollar AS dengan pasar terbesar Eropa dan Amerika Serikat.

Penyerapan obat hewan dunia lebih banyak untuk binatang peliharaan, yaitu 7,7 miliar dollar AS atau sekitar 41,2 persen dari total penjualan obat hewan dunia. Adapun untuk unggas hanya 11 persen, sementara di Indonesia terbanyak untuk unggas. (MAS)

 

Incorporating with


Contact Online

Marketing

Online User

We have 6 guests online
Visitors: 44430

 


Official Publication

 


Supporting Publications

 


 


Indo Livestock 2010 Expo and Forum Organised by PT. Napindo Media Ashatama.