logo
Home Visitor Info Contact us Enquiry Form

Monday 15th of March 2010

Sultra ajukan Rp4 miliar bangun pabrik pakan

KENDARI: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajukan tambahan anggaran Rp4 miliar kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan industri pakan ternak.

Read more...
 

Waspadai pelemahan sektor unggas

Permintaan dan harga bibit ayam berpotensi ikut turun 30%

Peraturan baru lazim menuai kontroversi. Sikut-menyikut antarkepentingan bisa memicu efek domino di 'pekarangan tetangga'.

Begitu juga dengan penetapan Perda No.4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di kawasan Jakarta yang akan berlaku efektif per 24 April mendatang.

Read more...
 

Pasok ayam kampung akan alami kenaikan

Rabu, 10/03/2010 16:54:01 WIB
Oleh: Choirul Anam

MALANG (Bisnis.com): Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menergatkan pasokan unggas lokal –ayam kampung- untuk pasar domestik pada 2014 proporsinya meningkat dari 6% menjadi 30%.

Ade M. Zulkarnain, Ketua Umum Himpuli, mengatakan saat ini populasi unggas di dalam negeri mencapai 4,5 miliar ekor per tahun. Dari jumlah itu, sumbangan unggas lokal baru mencapai 6%.

Read more...
 

Infrastruktur peternakan di DKI perlu dibenahi

Rabu, 10/03/2010
Oleh: Diena Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) menilai masih banyak infrastruktur yang perlu dibenahi terkait akan diberlakukannya Perda No. 4/2007 pada 24 April oleh Pemprov DKI Jakarta.

Ketua Umum GPMT Fx. Sudirman menyatakan paling tidak pemprov harus membangun 100 rumah potong ayam (RPA) tambahan dengan kapasitas 10.000 per hari. "Jika hanya mengandalkan 5 RPA itu tidak akan cukup karena setiap harinya lebih kurang masuk 1 juta ekor ayam hidup," ujarnya di Jakarta hari ini.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Incorporating with


Contact Online

Marketing

Online User

We have 3 guests online
Visitors: 28715

 


Official Publication

 


Supporting Publications

 

 


 


Indo Livestock 2010 Expo and Forum Organised by PT. Napindo Media Ashatama.